Secercah cahaya menerobos angkasa
Tidak lagi menghirau jagad raya
Sebilah pedang menghalang
Tak membuat gentar Sang Pendekar

Gemricik air sedingin salju
Memenuhi relung hati
Membeningkan dinding-dinding kusam
Menyibak tutup makrifat

Bulir- bulir embun tak mau henti
Menopang dada menuju ilahi
Menyusuri kebenaran sejati
Yang tertonggak kekeruhan

Indahnya bening hati
Nikmatnya makrifat
Sucinya kebenaran
Dalam meniti perjuangan….

(puisi-puisi Ibnu Muslih at-Tubany)